Kalau kamu mendapati dirimu dalam situasi tersebut, mungkin kamu memang tidak ditakdirkan untuk bekerja kepada siapapun kecuali dirimu sendiri. Nah, sebelum memutuskan jalan mana yang akan kamu ambil baca dulu nih 12 ciri pengusaha tulen.
1. Kamu Tidak Menyukai Ide Bahwa Kamu Mungkin Akan Berakhir Dengan Pilihan Hidup Yang Salah
Jika kamu adalah orang yang dengan cara apapun ingin menghindari kesalahan tersebut maka kamu mungkin memang terlahir dengan jiwa pengusaha. Kamu tidak akan hanya menunggu kesempatan yang akan datang, kamu justru akan berusaha membuat kesempatan tersebut. Kamu juga tidak akan berlama-lama berkutat dengan kehidupan yang jelas-jelas tidak membuatmu bahagia. Kamu akan terus mencari apa yang akan membuatmu terpenuhi, jika tidak ada kamu akan berusaha menciptakannya.
2.Kamu Tidak Akan Puas Dengan Memenuhi Ekspektasi Orang Lain, Kamu Harus Benar-Benar Memilih Jalanmu Sendiri
Perilaku ini membuktikan bahwa kamu benar-benar mengenal dirimu sendiri. Masukan orang tua atau orang terdekatmu tetap saja jadi sumber pertimbangan yang penting, namun keputusan akhir benar-benar hanya berada di tanganmu, karena kamu-lah orang yang paling mengetahui apa yang terbaik untukmu.
3.Kamu Ingin Bekerja Demi Menemukan Panggilan Hidup, Bukan Semata Mengejar Jenjang Karir
Kamu menginginkan lebih dari sekedar menaiki tangga jabatan untuk akhirnya menjalani masa pensiun dalam kehidupanmu. Kamu ingin apa yang kamu lakukan tiap harinya benar-benar mendefinisikan dirimu yang sebenarnya bukan target atau tujuan perusahaan. Semua orang bisa saja mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan gaji. Namun tidak semua orang bisa membangun usaha dari nol. Dan kamu ingin menjadi satu dari segelintir orang yang mendapat panggilan hidup tersebut. Untuk hidup tiap harinya berusaha mewujudkan mimpimu sendiri, bukan mimpi orang lain.4. Kamu Tidak Takut Menanggung Risiko Yang Lebih Besar Untuk Dapat Bermimpi Lebih Tinggi
Dengan menjadi pengusaha, kamu dapat mengembangkan usahamu sejauh ide dan kreativitasmu membawa. Tapi kamu juga akan selalu paham bahwa semakin tinggi mimpimu maka akan semakin tinggi risiko yang perlu diambil. Jika kamu memahami hal tersebut dan tidak takut akan risiko dan kegagalan di depan, maka kamu memang ditakdirkan untuk memimpin usahamu sendiri.
5. Kamu Juga Punya Keinginan Untuk Menyebarluaskan Kebahagiaanmu Pada Orang Lain
Kamu menyadari, semua orang di berbagai belahan duni selalu membutuhkan pekerjaan. Dengan menjadi pngusaha dan membuka lapangan kerja, artinya kamu tidak akan hanya dapat berguna untuk dirimu sendiri tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan.
6. Kamu Memiliki Pengertian Sendiri Mengenai Makna Kesuksesan
Bukan pujian dari atasan yang membuatmu merasa cukup, melainkan ketika kamu bisa mencapai kebahagiaanmu versi pribadi. Kebahagiaan karena kamu dapat menjalani hidupmu sesuai dengan kemauanmu. Mencukupi kebahagiaan versi personal sulit diwujudkan oleh orang-orang yang tidak bekerja untuk dirinya sendiri.
7. Kamu Ingin Membuktikan Bahwa Kamu Dapat Berhasil Dengan Menjadi Diri Sendiri
Jika selama ini kamu tak peduli pada anggapan orang lain atas dirimu, enggan memikirkan harus berpakaian apa dan berbicara macam apa agar menyenangkan hati orang lain — barangkali kamu memang terlahir sebagai calon pengusaha. Bukan sekedar karyawan biasa.
8. Kamu Selalu Berusaha Menciptakan Pilihan Terbaik Dari Opsi Yang Mungkin Belum Ada
Kamu tidak akan berpuas hati dengan harus memilih dari kesempatan yang telah terbuka untukmu. Jika memilih, mungkin kamu tinggal berusaha keras dalam pilihanmu tersebut. Tapi siapa coba yang bisa menjamin bahwa apa yang membuatmu bahagia memang ada di pilihan-pilihan yang disodorkan kepadamu? Jika kamu memang terlahir sebagai wirausahawan, kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari tahu apa yang terbaik untukmu.
Keingintahuan adalah modal terbesar dari seorang pengusaha. Dengan keingintahuan yang besar kamu dapat mejelajahi area usaha yang sebelumnya belum tereksplorasi orang lain. Walaupun mungkin dalam prosesnya, kamu akan menemui banyak rintangan karena menempuh jalan yang sebelumnya belum pernah diambil orang lain. Tapi jika berhasil, kamu juga akan mendapatkan kepuasan dan penghargaan yang tidak terkira.
9. Kamu PunyaGambaran Ideal Tentang Lingkungan Kerja yang Kondusif, dan Sangat Ingin Mewujudkannya
Jika dorongan ini terus kamu rasakan, bisa jadi kamu memang tak cocok bekerja jadi karyawan. Coba pikirkan pilihan untukresignkemudian membangun kerajaan bisnismu sendiri.
10. Saat Melihat Kesuksesan Orang Lain, Kamu Berpikir: “Mereka Saja Bisa, Kenapa Aku Tidak?”
11. Bagimu, Kebanggan Adalah Saat Kamu Mendapatkan Penghargaan Yang Ditentukan Oleh Usahamu Sendiri
Dengan menjadi pemimpin dari usahamu sendiri kamu tidak dapat mengandalkan simpanan perusahaan untuk menyediakaan gaji yang sama untuk kamu tiap bulannya. Kamu akan benar-benar mengerti bahwa hanya kerja keras dan kegigihanmu yang akan menentukan besarnya pendapatanmu. Itu tidak apa-apa karena paling tidak hal tersebut benar-benar mencerminkan usahamu bukan orang lain.
12. KamuTidak Menyukai Ide Tentang Menggantungkan Masa Tua Pada Uang Pensiun. Kelangsungan Hidup di Masa Depan Sudah Seharusnya Menjadi Tanggung Jawabmu
Karena kamu-lah nahkoda dari kapal tersebut, kamu akan dapat menentukan sendiri kapan kamu ingin berhenti dan menyerahkan tuas pengendalinya. Atau jika kamu ingin tetap bekerja seumur hidup pun, tidak akan ada yang bisa melarang. Kamu tidak akan berhenti berkarya karena batasan usia.
Writer : Hardiana Noviantari